Uang bukanlah segala-galanya..

Uang selalu identik dengan penghasilan n kesejahteraan seseorang..meskipun tidak selalu benar.. uang..yang sebenarnya hanya merupakan alat tukar/alat pembayaran seringkali menjadi ukuran utama penghargaan..entah itu terkait hasil pekerjaan, kompetisi,dan sebagainya..

nah..kali ini saya akan berbagi cerita tentang pembicaraan saya dengan nyonya beberapa menit yang lalu terkait uang..nyonya saya ini berprofesi sebagai dhukun bayi bidan..hehehe..

pada hari senin kemarin dia pergi ke kampung sebelah karena diminta untuk membantu proses persalinan..dari jam 10 pagi sudah berangkat n sampe jam 6 petang baru pulang..karena ternyata ada kejadian gawat darurat sehingga perlu dibawa ke rumah sakit..namun alhamdulillah bayinya lahir dengan selamat n ibunya juga selamat meski butuh perawatan lebih lanjut karena sesuatu hal..meski keliatan capek, namun nyonya terlihat senang karena sukses nolong orang melahirkan dengan selamat meski ud rutinitasnya sehari-hari..

setelah cerita panjang lebar tentang proses persalinan..akhirnya dia cerita tentang bayaran yang diperoleh dari pasiennya tersebut..dari uang yang nyonya peroleh ternyata menurut dia  masih di bawah tarip rata2 untuk persalinan n mandiin bayi pasien selama beberapa hari..kebetulan nyonya saya gak masang tarip pasti..dia hanya ngasi ancer2 n terserah yang ngasi aja..intinya berapapun disyukuri..karena saya selalu berpesan kepada dia bahwa kita harus bekerja dengan profesional n masalah imbalan itu belakangan aja..yang penting ud maksimal n total dalam melakukan pekerjaan..selain itu karena dia itu jualan jasa maka selalu saya ingatkan juga bahwa jangan mata duitan karena niat awal adalah menolong yang membutuhkan..dikasi pas,lebih, atau kurang harus tetap disyukuri..

kebetulan hari ini dia dines malem..sebelum berangkat dia minta pendapat  saya terkait imbalan yang diterimanya kemarin..karena dia cerita kepada teman sejawatnya yang juga buka praktek, dia malah kena marah karena menurut temannya itu kalo bayarnya terlalu murah sama aja dengan melecehkan profesi..hmm..ada2 aja…dia akhirnya minta pendapat saya terkait hal itu..n yang lebih miris lagi si temennya itu menganjurkan nyonya buat klaim jampersal yang katanya dianggarkan 600 ribu rupiah untuk satu proses partus/persalinan..saya makin terheran-heran dengan temannya nyonya ini…

akhirnya saya jawab aja bahwa bekerja itu harus ikhlas n rejeki ud diatur sama Alloh…kalo memang imbalan kemarin di bawah tarip rata2 yah saya ingatkan lagi tentang pesan2 sebagaimana sudah saya tulis di paragraf atas..hehehe..jangan menjadikan uang sebagai tolok ukur kebahagiaan di dalam kehidupan ini..karena siapa sih yang gak bahagia kalo nrima duit yang banyak..hehehe..terkait saran temennya yang menganjurkan klaim ke jampersal dengan tegas saya larang karena jampersal itu jika pasiennya orang gak mampu n berarti pasien gak mbayar imbalan persalinan..karena dalam kasus nyonya ini pasiennya bayar..otomatis gak etis n gak boleh kalo dia masi klaim lagi agar dapat tambahan uang dari jampersal meskipun bisa2 aja denga sedikit rekayasa…n menurut bocoran nyonya ane, ini banyak dilakukan bidan2 lain yang praktek mandiri…dapet uang dari pasien n jampersal juga..astagfirullohalladzimm…..saya bilang itu sama aja dengan korupsi n merugikan negara n tentu sangat berat dosanya..alhamd nyonya ngerti dengan maksud saya…

nah agan2 sekalian…uang tentu sangat menggoda iman kita untuk memilikinya..banyak orang yang menempuh cara2 terlarang untuk mendapatkan uang..mereka menganggap uang adalah segala-galanya..bahkan terkesan menuhankan uang, menyembah uang…hmm…tak peduli bahwa tindakannya itu merugikan negara n orang lain..kita harus yakin n percaya bahwa rejeki kita ud diatur oleh yang Maha Kuasa..n dapatkanlah dengan cara2 yang diridhloi-Nya..n uang bukanlah sgala2nya..mari kita jauhi sikap serakah, korupsi, dsb..

semoga bermanfaat..

wasaalam…

Iklan

One thought on “Uang bukanlah segala-galanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s