Jangan ditiru..

image

Pic:detik.com
Kampanye tapi malah ngajarin gak bner ni..

Iklan

Lampu utama gak nyala tp gak ditilang

Yah,td mlm pulang kerja ud capek dtambah tubuh yg kurang fit mengurangi konsentrasi waktu riding. Saya yg nguli di Nganjuk namun sehari-hari selalu riding supra plat K,Cepu,yg biasanya “rawan” karena asing.
Niat hati mau ke apotek dkat kantor mau beli obat,sempat distop pak polisi di pertigaan sebelum apotek. Awalnya saya bngung waktu dapat kode untuk menepi karena supra saya ini full standar.. Eeh ternyata dengan ramahnya pak polisi ngasih tau saya kalo lampu utamanya belum nyala.. Saya ucapkan terima kasih n nunggu beberapa saat karena saya kira bakal kena tilang mengingat motor saya plat luar jatim.. Alhamdulillah ternyata sama pak polisinya malah dsuruh lanjut n berpesan supaya lebh konsen kalo riding setelah saklar lampunya saya geser ke posisi on n lampu utama nyala..Mantep banget dah,andai semua polantas kayak pak polisi yg kmrn malem..hehe..

Honda n Yamaha Membunuh Moto GP

Sebuah ungkapan menarik diungkapkan oleh Bernhard Godmayer selaku kepala BMW
motorcycle racing menyebut kalau
teknologi di MotoGP kini sudah sangat
tinggi. Kondisi tersebut membuat setiap
pabrikan yang mau bertarung jadi juara
harus melalukan investasi besar-besaran.
“Itu persoalan yang kompleks. Bagaimana
pun, sederhananya bisa kami katakan kalau
teknologi di MotoGP saat ini luar biasa
tinggi dan investisi yang dibutuhkan untuk
menjadi kompetitif besar sekali,” sahut
Godmayer.
Terkait tingginya teknologi di MotoGP,
Godmayer menyebut kalau saat ini cuma
dua tim yang bisa bersaing dengan kondisi
seperti itu. Kedua tim tersebut tak lain
adalah Honda dan Yamaha.
Dengan dana besar yang dimiliki keduanya,
perkembangan teknologi kedua tim melesat
jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya. Ini
kemudian membuat MotoGP jadi tidak lagi
menarik sebagai sebuah tontonan karena
hanya mengetengahkan persaingan dua
tim.
“Saya katakan kalau Honda dan Yamaha
membunuh MotoGP. Begitu kenyataannya.
Visi yang dipunya pabrikan Jepang itu
berbeda dengan kami. Semua yang mereka
pikirkan adalah menjadi pemimpin dalam
hal teknologi. Tujuan mereka adalah
mengalahkan rival, jika olahraga ini
kemudian menghancurkan pertunjukannya,
itu tak masalah (buat mereka).”
“Padahal, kami percaya kalau balapan
harus mempertimbangkan beberapa hal,
pertunjukan, bisnis dan cara menghibur
penonton,” tuntas Godmayer seperti
diberitakan Autosport.
Yah..memang moto gp makin lama makin monoton karena hanya pembalap honda n yamaha aja yg bergiliran naik podium puncak. Ducati pun belum bsa berbuat banyak untk mengalahkan dominasi duo jepang,yamaha n honda. Honda yang merupakan pabrikan sepeda motor terbesar di jagad tentu akan all out dr segi pendanaan,bgt juga dngan yamaha. Sebagaimana kita ketahui jg bahwa Suzuki n Kawasaki jg kukut dari moto gp beberapa tahun lalu krna krisis. Yah kita ikuti ajalah kmana angin berhembus..
Sumber: detik.com

Saya Ini Bikers Ndeso

Sudah dua hari ini saya berada di Jakarta untuk menunaikan tugas negara..hehehe..datang dari kampung naik bis malem karena sangunya pas-pasan untuk beli tiket montor mabur. Tugas yang sebenernya sangat mendadak karena senin pagi baru saja balik ke Nganjuk, baru ngantor beberapa jam sudah dapet telpon kalau dapat panggilan tugas selama tiga hari mulai hari Rabu kemarin sampai dengan Jumat tanggal 22 Juni 2012 besok, Insya Alloh.

Seperti biasanya, macet adalah sarapan pagi saya begitu memasuki wilayah Jakarta..dalam hati ya sudahlah..mau kena sanksi apa kek saya terima aja..namanya juga telat. Nah begitu bis berhenti masuk kandangnya, saya turun n lho..ternyata saya gtau tu daerah mana..wkwkwk..tengaok sana-sini lihat2 ternyata di daerah kembangan utara..wkwkwk…ndeso deh…ternyata jauh banget sama tujuan saya yaitu ke kantor di Gatot Subroto.

Terpaksa nih telfon temen yang kerja di kantor tersebut untuk menjemput saya buat ngirit soalnya saya biasanya numpang taksi..hehehe… Akhirnya datang juga..dengan bermacet ria dan bawa tas lumayan berat saya menikmati manuver2 temen saya di atas kuda besinya meski cuaca saat itu puanasnya minta ampun. Saya sebagai boncenger stres rasanya..selap-selip n potong kompas seolah menjadi hal lumrah…takut saya rasanya..hihihi..gak safety blas deh rata2 cara berkendaranya… di kampung ataupun di Nganjuk dan sekitarnya..kemacetan parah hanya terjadi saat2 lebaran n hari libur panjang/biasanya libur sekolah. Sepanjang jalan kuping rasanya mak nguing2 karena berisk klakson kendaraan2 selama kemacetan..huhhh…rasa2nya gak kuku deh kalo tiap hari ngadepin macet segitu padetnya..jakarta..jakarta…

Sebagai orang ndeso yang bisa dibilang gak pernah ngalamin macet..rasa2nya baru deh terasa nikmatnya hidup di desa…meski fasilitas minim n gak gaul..paling gak menurut saya secara fisik n psikis, bikers ndeso kayak saya lebih terjamin kesehatan n ketenangannya..hahaha..pisss…

Insya Alloh tugas tinggal besok aja n pengennya sih cuci mata ke PRJ..hihihi..liat2 SPG motor2 yang dipajang disitu..:D..

Kalo terlaksana, lumayan bisa saya sharing di blog ecek2 ini dengan sudut pandang saya sendiri tentunya,,hehehe..

Akhirnya, Buat Temen2 bikers ibukota dan semuanya tetep semangat n tentu hati2..patuhilah peraturan lalu-lintas..

Wassalam

Kenaikan DP Sepeda Motor Baru dan Pabrikan India yang Malah Berjoget

Kenaikan DP sepeda motor hingga minimal sebesar dua puluh lima persen (25%) akibat peraturan baru yang telah diterbitkan BI dan akan berlaku mulai tanggal 15 Juni 2012, para APM sepeda motor pun dibuat pusing dan bahkan sampe ada yang merevisi target penjualan mereka. Yah bukan rahasia lagi kalo yang harus lebih strong memutar strategy biar jualannya tetep moncer adalah para APM sepeda motor Jepang. Kurang lebih hingga tujuh puluh persen penjualan sepeda motor di negara kita adalah dengan mekanisme kredit. Bank maupun lembaga pembiayaan lain yang bekerjasama dengan APM berlomba-lomba obral DP murah..kredit tersalur dan jualan pun moncer.

Kemudahan  demi kemudahan diperoleh para APM sepeda motor Jepang, mulai dari DP ringan bahkan sampe tanpa DP pun sudah bisa boyong motor idaman. Hal sebaliknya dialami oleh APM non Jepang, bisa disebut nih APM India yang harus pasang DP lebih tinggi karena mungkin lembaga pembiayaan masih ragu untuk menggelontorkan dana mereka. Hal ini diperngaruhi juga penjualan motor India yang kurang moncer, sangat jauh dibanding dengan penjualan sepeda motor Jepang misal Honda n Yamaha.

Nah, dengan kenaikan DP untuk sepeda motor ini otomatis persaingan jadi lebih sejajar. Pabrikan India tidak takut lagi dengan DP nol rupiah atau DP ringan yang selama ini jadi senjata ampuh pabrikan Jepang. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Head of Sales PT TVS Motor Company Indonesia Willy Chengappa sebagaimana diwartakan oleh detikoto,”Kalau sebelumnya Jepang bisa dapat DP 0 persen, kini kita akan sejajar. Itu yang buat kami senang.”

Yah dengan hati yang senang itu apakah TVS akan joget2?wkwkwkwk…:becanda

Luruskan Mindset Kepatuhan Berkendara

Negara kita merupakan negara hukum dan sebagai bagian dari sebuah negara maka kita wajib untuk menaati hukum yang berlaku di negara kita. Mindset yang keliru dan pemahaman yang kurang pas terhadap aturan yang berlaku dapat menjerumuskan kita kepada pelanggaran hukum, akibatnya adalah kita harus siap menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi hukum mempunyai tingkatan yang berbeda-beda dan ditentukan sesuai berat tidaknya suatu pelanggaran. Di dalam kehidupan sehari-hari sebagai biker, tentu kita harus taat terhadap aturan hukum dalam bidang lalu-lintas yang diatur dalam undang-undang lalu lintas.

Mungkin aturan yang sering dilanggar di negara kita ini adalah aturan lalu-lintas. Menurut saya itu disebabkan oleh mindset yang sekarang masih tertanam di benak mayoritas para biker yang masih keliru. Kebanyakan dari kita mematuhi aturan lalu-lintas karena takut ditilang aparat berwenang (Polisi). Kita lebih takut ditilang polisi daripada takut akan ancaman keselamatan diri sendiri selama berkendara di jalan raya.

Hampir setiap hari kita dikejutkan dengan beberapa kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Biker selalu dipojokkan dengan image sruntulan, tidak patuh aturan, dan sebagainya. Biasanya, malapetaka berawal dari sikap acuh tak acuh dan tidak taat terhadap peraturan.

Akhirnya saya mengajak pembaca semua, marilah kita luruskan mindset yang kurang pas tersebut bahwa:

1. Mematuhi peraturan perundangan yang berlaku adalah kewajiban kita sebagai warga negara

2. Peraturan perundangan dibuat bukan untuk dilanggar, namun tentunya selain untuk dipatuhi dengan adanya peraturan itu tujuannya adalah menciptakan keteraturan di dalam kehidupan bernegara, melindungi hak2 warga negara, dan sebagainya.

3. Taatilah mulai dari hal2 yang dianggap kecil, mulai diri kita sendiri dan sekarang juga

Tentunya dalam kondisi yang taat undang2, kita akan lebih tenang dalam berkendara. Ketenangan dalam berkendara tentu akan sangat berpengaruh dengan perilaku di jalan raya yang akan membuat kita lebih santun serta menghormati hak2 pemakai jalan yang lain. Tidak taat peraturan, dalam hal ini adalah peraturan lalu-lintas tentu akan sangat merugikan diri kita sendiri dan bahkan merugikan orang lain.

Intinya, patuhi dulu aturannya. Saya bukanlah ahli hukum dan sama sekali tidak berlatar belakang pendidikan bidang hukum namun saya berusaha untuk belajar dan mematuhi hukum yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan taat aturan, hati menjadi lebih tenang..:D

Harga Suzuki Inazuma..Antara CBR dan Ninja..

Yap, dari info yang disampaikan Pak Paulus selaku Direktur Marketing dan Sales PT SIS terkuak bahwa nantinya harga Suzuki Inazuma 250 akan berada di tengah2 antara CBR 250 dan Ninin 250. Cukup terkejut juga mengetahui info ini karena berani mematok harga yang lebih tinggi dari CBR yang pake baju. Padahal semula banyak yang mengira harganya bakal lebih murah dari CBR non abs. Hal ini mungkin karena faktor 2 silinder sedangkan mesin CBR 250 menganut 1 silinder namun sudah dohc.

Segmentasi Inazuma 250 ini memang menyasar bikers yang doyan turing meski untuk harian juga sah2 aja. Nah bagaimanakah kans penjualan Inazuma di masa depan?? Apakah mampu menggeser dominasi Ninja, mengalahkan CBR, atau menjadi yang paling bawah dalam peringkat penjualan?? kita tunggu sajalah…