Sayang Anak?

Hari ini saya melihat pmandangan yang membuat terharu. Di saat leyeh-leyeh d pinggir jalan, lewat di depan saya seorang ibu dan anaknya dengan sepeda bututnya. Sang ibu menuntun sepeda di tengah cuaca terik, seangkan sang anak terlihat ngantuk berat di jok belakang/jok boncenger sepeda. Dengan kedua kaki yang ditali di batang besi rangka sepeda tepatnya besi genyangga jok utama,sang anak tampak capek dan sambil tidur namun pegangan jok depan. Dari penampilan mereka mungkin ibu dan anak itu adalah yang sering minta-minta di perempatan.
Miris sekali dan terharu..sementara di samping saya teronggok mobil jadul saya yang sering jd andalan saya dalam menunjang kerjaan saya.
Yah, saya sempat berfikir.. Apakah sang ibu itu menyayangi anaknya yang harus ikut berjuang di jalanan?
Hah..namun entahlah..saya hany bisa mendoakan semoga keadaan mereka bisa membaik dan bisa hidup layak.

Iklan

3 thoughts on “Sayang Anak?

  1. Kalo menurut situ mereka adalah pengemis, saya malah ndak merasa iba ato apa gitu, udah biasa lah pemandangan dikota besar. Dan itu pun pasti ada semacam organisasi bawah tangan yang ngurusi, termasuk masukin anak kecil sebage skenario dalam mulusin berakting dijalan. So, kesimpulannya, ndak ada yang namanya iba-iba’an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s