Wahai Pendekar..Bersatulahhh!!

Miris dan prihatin..setiap tahun di bulan suro/muharam selalu saja tersiar kabar bentrokan antara dua perguruan silat yang sudah lama dikenal. Yah..mereka lah PSHT dan PSH Tunas Muda (SH Winongo). Bentrokan sering terjadi terutama di daerah Kota dan Kabupaten Madiun karena di wilayah itulah kedua perguruan itu dilahirkan, meski tak jarang juga di daerah yang lain kedua perguruan ini selalu bentrok. Kita sebut saja oknum anggota perguruan.

Setahu saya, kedua perguruan ini sejatinya bersaudara karena lahir dari perkumpulan beladiri yang sama, yaitu Setia Hati. Namun entah mengapa kedua perguruan ini sering berseteru seolah tanpa akhir. Perebutan wilayah kekuasaan, ego perguruan, dan tentu nafsu angkara yang tak tertahankan seolah selalu mengiringi ketika massa atau anggota kedua perguruan ini bertemu.

Memang dengan jumlah anggota yang sangat banyak, maka akan lebih susah untuk diatur daripada yang jumlahnya sedikit. PSHT mempunyai anggota yang fantastis, jutaan orang yang tersebar di seluruh penjuru negeri dan beberapa komisariat di luar negeri, demikian pula Winongo yang juga berkembang pesat.

Untuk meminimalisir konflik antara 2 perguruan silat ini, sebenarnya sudah dilakukan beberapa kali rekonsiliasi antar kedua pemimpin/ketua perguruan di tingkat pusat..yah semacam perjanjian damai. Namun kenyataan di lapangan berbeda, terus saja konflik ini berlangsung..selalu muncul oknum dari kedua perguruan tersebut.

Seharusnya perjanjian damai yang dipelopori kedua ketua perguruan tersebut dilakukan juga di tingkat cabang dan ranting. Membuat komitmen bersama untuk menyudahi persaingan tidak sehat itu dengan mengganddeng pihak yang berwajib. Perlu diakui juga bahwa ini merupakan kesalahan dari para oknum pelatih yang menanamkan benih permusuhan sejak para siswa masih dalam tahap latihan sehingga setelah para siswa ini merasa cukup ilmu dan menjadi warga perguruan kemungkinan mereka untuk memusuhi warga dari perguruan yang dianggap rival akan semakin terbuka.

Saya sebagai masyarakat awam, mengharapkan terutama kepada saudara SHT dan SHTM/Winongo untuk dapat hidup berdampingan di manapun berada, begitupun dengan perguruan yang lainnya. Ingatlah bahwa kita ini bersaudara apa pun warna sabuk dan seragam serta lambang perguruan maupun atribut yang lainnya. Tidak ada gunanya para saudara pendekar terus berselisih paham. Bersatulah dan berkompetisilah di ajang yang resmi demi Indonesia!!

Banyak Teman (bekingan) dan Merasa Paling Besar adalah Pangkal Sikap Arogan

Arogan, sebuah kata yang tak asing lagi buat kita dan menurut KBBI arogan adalah orang yang punya
perasaan superioritas dan itu dimanifestasikan
ke dalam sikap yang suka memaksa,
kepongahan, kecongkakan, atau keangkuhan.
Sikap arogan ini sesuai definisi di atas berawal dari perasaan superioritas atau merasa punya kelebihan dan keunggulan dibanding yang lain. Dari munculnya perasaan superioritas tadi akhirnya muncullah sikap congkak,angkuh,sombong,pongah dan biasanya berujung pada sikap memaksakan kehendak.
Menurut saya,perasaan superioritas muncul karena punya kekuatan lebih untuk mencapai tujuan. Kekuatan lebih ini biasanya dapat berupa teman/bekingan yang banyak dan kuat atau juga karena merasa besar.
Sikap arogan ini tidak hanya tercermin dari pribadi,suatu kelompok organisasi pun akan mendapat cap arogan jika sebagian besar atau semua elemen di dalamnya punya sikap arogan.
Harus kita sadari bahwa sikap arogan merugikan diri sendiri dan orang/kelompok lain. Arogan bisa dikendalikan dengan pengendalian diri yang baik.

Sepeda Motor Terkini Semakin Kentjang=Bahaya Meningkat?

Beberapa tahun belakangan,sepeda motor makin pesat perkembangan teknologinya. Makin canggih dan makin cepat. Sepeda motor premium pun makin banyak berkeliaran di jalan raya.
Perekonomian yang semakin membaik dan meningkatnya daya beli masyarakat mendorong tingkat konsumerisme biker pada umumnya untuk naik kelas. Namun sayangnya mentalitas pada umumnya masih perlu dipertanyakan.
Sepeda motor terkini yang makin canggih dan kencang menandakan perkembangan teknologi yang pesat namun sayangnya juga menjadi bibit-bibit munculnya biker alay dan arogan di jalan raya.
Di desa tempat tinggal saya,banyak sekali oknum biker moge wannabe yang membuat kebanyakan pemakai jalan menjadi resah apalagi tiap akhir pekan/malam minggu. Oknum biker moge wannabe ini tak kalah alay dengan para pengguna motor dengan cc mesin lebih kecil dengan suara knalpot memekakkan telinga. Selap selip seenak udel,mainin gas d lampu merah,dan bergaya ala dragster tatkala lampu hijau menyala. Miris!
Yang pakai motor cc kecil juga sama saja,dan jumlahnya lebih dominan tentunya. Padahal sudah banyak korban luka maupun nyawa akibat ulah mereka.
Terkadang saya dengan pikiran ndeso ini menyimpulkan bahwa makin canggih dan kencang sepeda motor maupun kendaraan jenis lain,akan semakin meresahkan para pengguna jalan. Karena sepertinya mentalitas mereka rata2 masih labil dan semakin arogan di jalan raya jika kendaraannya canggih,kentjang,dan mahal tentunya.

Esemka dibanderol s.d. 150 Jutaan???

Hari ini resmi mobil Esemka soft aunching di STP (Solo Techno Park) yang dihadiri oleh mayoritas pelajar SMK dari beberapa daerah dan beberapa pejabat lokal. Harga jual perkiraan adalah Rp 150 jutaan untuk SMK Rajawali. Harga yang menurut saya terlalu berani mengingat layanan purna jual yang belum sebagus mobil2 Jepang sekelas. Banyak pihak juga kaget dengan pricing strategy Esemka.

Mobil Jepang di range harga tersebut ada Suzuki Ertiga, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza yang sudah lebih dahulu diterima oleh pasar dan memiliki layanan purna jual yang bagus. Yah..ini hanyalah pendapat pribadi saya yang masih minim pengetahuan..namun Esemka pastinya akan memerlukan usaha keras untuk dapat diterima oleh mindset konsumen roda empat. Apalagi Agya dan Ayla yang mungkin harganya lebih murah dengan jaminan nama besar Toyota dan Daihatsu akan segera lahir!

Esemka Siap Lahir (soft launching) Besok…

Gambar

Esemka yang kita kenal sebagai mobil nasional rencananya akan dirilis besok,Sabtu tanggal 10 November 2012 di STP (Solo Techno Park). Dalam perjalanannya yang berliku ini Esemka beberapa kali gagal lolos uji emisi. Namun akhirnya Esemka berhasil memperoleh sertifikat laik jalan dari Kementerian Perhubungan . Salah satunya uji kelaikan jalan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) pada 19 September 2012 dan dinyatakan telah lulus pengujian kendaraan bermotor dengan mendapatkan sertifikat surat nomor 268/JTK/BTMP/09/2012 serta telah meraih Sertifikat Registrasi Uji Tipe Kendaraan Bermotor. Esemka tipe Bima telah dikeluarkan Sertifikat no. SK. 3896/AJ.402/DRJD/2012 dan untuk Esemka tipe Rajawali telah dikeluarkan sertifikat no. SK 3897/AJ.402/DRDJ/2012 pada Kamis 18 Oktober 2012.

sumber: otomotifnet.com

Yamaha yang Sudah Siap Menyambut Era Injeksi

Siang tadi saya diminta tolong seorang teman satu kantor untuk menserviskan Jupiter Z kesayangannya karena saya kebetulan mau ke bank yang lokasinya dekat dengan beres Yamaha. Kami pun akhirnya bertukar sepeda motor. Ngomong-ngomong tadi siang itu merupakan pengalaman pertama saya nunggu sepeda motor diservis di beres Yamaha.
Sambil nunggu Jupi diservis,saya sempatkan untuk melihat-lihat dan membaca tulisan dan poster yang terpajang rapi di area beres tersebut. Akhirnya perhatian saya tertuju pada sebuah banner yang menginformasikan kesiapan Yamaha dalam menangani produk injeksi mereka. Di dalam banner tersebut menjelaskan beberapa alat dan produk layanan Yamaha untuk produk injeksi yang antara lain adalah:
1. Yamalube Carbon Cleaner
Merupakan produk yang diformulasikan untuk menghilangkan kerak sisa pembakaran di dalam mesin. Pemakaiannya dicampurkan dengan bbm dan dosisnya sudah ditentukan.
2. Diagnostic Tools
Alat ini dipakai untuk mendiagnosa kondisi sistem injeksi dengan software canggih.
3. Layanan Carbon Cleaning dengan Alat Khusus
Proses dari layanan ini mirip dengan carbon cleaning pada mobil.
4. Injector Cleaning
Yaitu pembersihan injektor bbm dengan injector cleaner.
Nah,beberapa hal di atas menurut saya sudah bisa menggambarkan kesiapan Yamaha dalam menyongsong era injeksi. Apalagi beres yang saya kunjungi merupakan beres kecil di pinggiran kota,gak nyangka sebelumnya.
Semoga pabrikan lain juga segera menyiapkan beres jaringan mereka dengan alat-alat yang memadai dan tidak hanya beres besar saja demi konsumen,jangan mau kalah dengan kesiapan Yamaha!