Tekan Jumlah Laka Lantas, Pemkot Solo Larang Pelajar Nyetir Kendaraan ke Sekolah

image

Pemkot Solo mengeluarkan aturan bahwa para
pelajar dilarang mengendarai kendaraan ke sekolah yang berlaku bagi pelajar SMP, SMA, dan SMK, berusia
di bawah 17 tahun dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan agar efektif diberlakukan, Pemkot berkerja sama
dengan Polresta Solo.

“Pilot project mulai 2 Mei. Siswa di SMK 2 Solo sudah melaksanakan
aturan tersebut. Selama ini aturan itu sudah ada dalam bentuk Surat
Edaran (SE) tetapi kurang efektif, sehingga Pemkot Solo melakukan
penandatanganan kerja sama dengan Polresta Solo,” jelas Wali Kota
Solo, FX Hadi Rudyatmo, di Solo, Rabu (1/5/2013).

image

Menurut Rudy, aturan itu akan diterapkan pada 10 sekolah lain mulai
SMP hingga SMA/SMK di Kota Solo. Pemkot Solo telah melakukan
pendekatan dan komunikasi dengan sekolah terkait penerapan
aturan tersebut.

“Hal ini tidak ada kaitannya dengan pengurangan kemacetan arus lalu
lintas, tetapi lebih kepada kepatuhan pelajar terhadap Undang-
Undang (UU) Lalu Lintas,” katanya.

Dengan diberlakukannya aturan itu, Pemkot Solo akan menambah 10
armada bus umum termasuk bus sekolah untuk melayani para
pelajar. Pelarangan menggunakan sepeda motor saat beraktivitas ke
sekolah, efektif berlaku mulai 7 Mei di 10 sekolah.
Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Pol Asdjima’in, mengatakan,
pelajar di Solo mulai sadar untuk menaati peraturan lalu lintas.
Dengan larangan menggunakan kendaraan bermotor bagi pelajar,
diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.

image

“Angka kecelakaan lalu lintas untuk sepeda motor di Solo, rata-rata
per hari dua kasus. Sedangkan jumlah pelanggar lalu lintas yang
ditilang dalam satu hari rata-rata mencapai 100 hingga 150
pelanggar,” jelasnya.

Asdjima’in menambahkan, penandatanganan kerja sama Pemkot Solo
dengan Polresta Solo, diharapkan menjadi langkah preventif untuk
mengurangi kasus pelanggaran lalu lintas terutama kalangan pelajar.

“Kalau ada pelajar yang melanggar aturan, kami juga akan
melaporkannya ke sekolah. Agar sekolah bisa turut bertanggung
jawab, ini bentuk komitmen sekolah terhadap penegakan aturan,”
pungkasnya.
sumber: okezone.com
Pic: mbah google

Nampaknya langkah walikota Solo untuk menekan angka kecelakaan yang makin tinggi patut diapresiasi dan dicontoh daerah lain gan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dengan membiarkan para pelajar yang belum punya sim berkendara di jalan raya sama juga dengan pembiaran terhadap pelanggaran aturan lalu lintas dan tidak mendidik para pelajar… 😦
Makin tingginya angka kecelakaan yang melibatkan para pelajar yang tidak/belum punya SIM tentu membuat kita prihatin. Hal ini terjadi karena kesadaran dan kemampuan berkendara yang rata2 masih asal2an serta gejolak jiwa muda yang belum terkendali sebagai awal tingkah laku ugal2an, tidak hati2, dan sebagainya 🙂
Semoga bermanfaat gan… 🙂